Beranda Informasi Umum Struktur Organisasi Capaian Organisasi Kebijakan Pengawasan PU-Net Puprtv
Kolom Pengawasan

Manfaat Analisis Dampak Kebijakan

Posted by:Zuni Asih Nurhidayati   08 Oct 2020


Analisis Dampak Kebijakan atau yang lebih sering dikenal dengan Regulatory Impact Analysis (RIA) adalah kegiatan untuk mengkaji dampak suatu kebijakan sebelum diberlakukan secara legal (KLC Kemenkeu, 2019). Latar belakang lahirnya kegiatan ini adalah adanya kebijakan yang terbit namun terkendala praktiknya di lapangan dan dinilai tidak efektif. Sesuai dengan nama kegiatannya, tujuan pelaksanaan RIA ini antara lain:

  1. Mengetahui apakah kebijakan yang akan ditetapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan;
  2. Mengkaji faktor-faktor yang akan mendukung (strengths) maupun yang akan menghambat (weaknesses) dalam penerapan kebijakan di lapangan;
  3. Menyusun strategi yang tepat dalam penerapan kebijakan melalui konsultasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).

Metode RIA banyak digunakan sebagai alat pengambilan keputusan dalam kerangka analisis risiko yang dimulai dari perumusan masalah sampai dengan konsultasi kepada stakeholders dengan tahapan rinci sebagai berikut:

Perumusan masalah – identifikasi dan analisis permasalahan terkait kebijakan dengan cara membedakan antara masalah (problem) dan gejala (symptom) yang sebenarnya terjadi (Andarwulan, 2015).

Identifikasi tujuan – proses penetapan tujuan berdasarkan penelaahan atas perumusan masalah yang ada dengan mengutamakan prinsip efektifitas.

Penentuan Alternatif Tindakan – Alternatif pertama yang dilakukan adalah “do nothing” sebagai baseline untuk mendapatkan gambaran umum dampak yang akan terjadi dan membandingkan dengan alternatif lainnya.

Analisis Biaya dan Manfaat – Analisa Cost and Benefit (CB) dilakukan pada tahapan ini untuk mengetahui pihak yang terkena dampak dan pihak yang mendapatkan manfaat akibat penerapan kebijakan yang ditentukan. Hal yang perlu digarisbawahi adalah biaya atau manfaat terkait Analisa CB tidak selalui berarti “uang” namun dapat diartikan manfaat (outcome).

Pemilihan Tindakan – Opsi yang diambil merupakan hasil dari alternatif Analisis CB dimana formulasinya adalah jumlah semua manfaat dikurangi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

Penyusunan Strategi Implementasi – identifikasi aktifitas yang akan dilakukan mulai dari sosialisasi, pelaksanaan dan monitoring serta insentif dan sanksi yang diberlakukan.

Partisipasi Masyarakat – Hal penting yang perlu ditekankan dalam setiap tahapan tersebut diatas adalah melibatkan masyarakat sebagai penerima dampak kebijakan.

Sehubungan dengan tersebut diatas, perlu dilakukannya konsultasi kepada Stakeholders dalam setiap tahapan penyusunan RIA dengan tujuan pendalaman masalah dan mengkalrifikasi regulator, memperkaya dan melakukan konfirmasi alternatif pemecahan masalah, mendapatkan masukan dalam rangka menyeimbangkan berbagai kepentingan, memeriksa kemungkinan aplikasi dan keakuratan perkiraan analisis biaya dan manfaat, serta mendapatkan masukan dan keterkaitan dengan regulasi lainnya.

Mungkin beberapa dari kita sebagai pembaca baru menyadari betapa pentingnya dokumen Analisis Dampak Kebijakan (RIA) ini karena mewakili arti transparansi publik dengan keterlibatan masyarakat sebagai penerima manfaat. Dalam hal ini manfaat RIA akan sangat dirasakan dalam hal pengukuran motif dibalik pilihan kebijakan yang diterapkan apakah peraturan tersebut disusun karena kepentingan publik atau lebih kepada kepentingan golongan. RIA juga bermanfaat dalam hal peningkatan kualitas peraturan semula yang berkelanjutan (Kompasiana, 2013). Apabila kita tengok lebih lanjut kaitan penerapannya di lingkungan Kementerian PUPR juga mendukung konsep penerapan RIA melalui pemberlakuan SE Menteri PUPR Nomor 08/SE/M/2018 tentang Penyusunan Konsepsi Pengaturan dan Analisis Dampak Kebijakan Peraturan Perundang-undangan dan Produk Hukum di Kementerian PUPR (Kementerian PUPR, 2018).

 

Pustaka

Andarwulan, Nuri. (2015). Metode Regulatory Impact Assesment (RIA) untuk Implementasi Kebijakan. Diakses pada tanggal 08 Oktober 2020 melalui: http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/files/2017/05/ITP602-Analisis-Resiko-Regulatory-Impact-Assessment-RIA-2017-NAN.pdf

Kemenkeu Learning Center (KLC). (2019). Pentingnya Regulatory Impact Analysis (RIA). Diakses pada tanggal 08 Oktober 2020 melalui: https://klc.kemenkeu.go.id/pusap-pentingnya-regulatory-impact-analysis-ria/

Kementerian PUPR. (2018). Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 08/SE/M/2018 Tahun 2018 tentang Penyusunan Konsepsi Pengaturan dan Analisis Dampak Kebijakan Peraturan Perundang-Undangan dan Produk Hukum di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diakses pada tanggal 08 Oktober 2020 melalui: https://jdih.pu.go.id/detail-dokumen/2455/1

Kompasiana. (2013). Regulatory Impact Analysis dalam Penelitian Kebijakan. Diakses pada tanggal 08 Oktober 2020 melalui: https://www.kompasiana.com/cendayhyuga.blogspot.com/552b69206ea834da3f8b4573/regulatory-impact-analysis-dalam-penelitian-kebijakan?page=all