Berita Inspektorat Jenderal


Penyamaan Persepsi Infrastruktur Responsif Gender

Post by. ariyanto 31/1/2018

Medan, Kamis (25/1), Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Infrastruktur PUPR yang Responsif Gender. Acara yang dilaksanakan di Ruang Alium, Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kota Medan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Para Pejabat Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas Inspektorat Jenderal; Plt Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sekretariat Pengarusutamaan Gender (PUG), serta Para Pengelola PUG dari tiap Unit Organisasi.

FGD ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang Infrastruktur PUPR yang Responsif Gender dengan cara mendengarkan penjelasan serta meminta masukan dari tiap Unit Organisasi, tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan dan rencana kegiatan tahun 2018, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, sampai dengan realisasi kegiatannya.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR, Ir. Netti Malemna, MM dilanjutkan dengan pengarahan dari Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Baby Setiawati Dipokusumo, M.Si dengan tema Kebijakan PUG Dalam Pembangunan  Bidang Infrastruktur dan  Perumahan.

Di awal arahannya beliau menekankan bahwa Gender bukan hanya perbedaan biologis antara laki2 dan perempuan, tetapi lebih melihat pada perbedaan sifat, peranan, fungsi dan status laki-laki dan perempuan (termasuk lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan) yang bukan berdasarkan  perbedaan biologis, tetapi atas dasar relasi sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang lebih luas. Jadi gender merupakan konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Sedangkan Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan Gender menjadi satu Dimensi Integral dari perencanaan,  penyususunan , pelaksanaan, pemantauan dan Evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan Nasional.

Visi PUG PUPR adalah “Terwujudnya kebijakan PUG dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur PUPR yang responsif Gender untuk mendukung pencapaian Visi Kementerian PUPR tahun 2025.” Adapun Misi PUG PUPR adalah: menyamakan pola/pandangan/persepsi/pemahaman tentang penyelenggaraan infrastruktur PUPR yang responsif Gender; mewujudkan terselenggaranya pembangunan infrastruktur yang responsif Gender; mewujudkan terselenggaranya industri konstruksi yang kompetitif dan responsif Gender; serta mewujudkan terselenggaranya penelitian dan pengembangan serta penerapan : IPTEK,dan norma, standar pedoman dan kriteria yang responsif Gender.

Beliau menegaskan bahwa acara hari ini sangat sesuai dengan Misi PUG PUPR. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan PUG bidang PUPR adalah: memastikan bahwa penyelenggaraan infrastruktur PUPR telah memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan kebutuhan khusus (laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, disabel, dan rentan lainnya) secara setara dan adil; serta memastikan bahwa seluruh jajaran Kementerian PUPR memahami konsep, prinsip dan pelaksanaan PUG bidang PUPR.

Sasaran pelaksanaan PUG PUPR adalah terintegrasinya perspektif Gender dalam Budaya Internal Kementerian PUPR (komitmen pimpinan dan staff, kelembagaan, pembinaan SDM, penyediaan sarana dan prasarana) dan penyelenggara Infrastruktur oleh seluruh pelaku pembangunan, baik para pemangku kepentingan ma


Kembali