Berita Inspektorat Jenderal


"Saya Perempuan dan Saya Anti Korupsi"

Post by. ariyanto 17/10/2019

Rangkaian tour Pembangunan Sistem dan Budaya Integritas Melalui Gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ (SPAK) telah sampai ke penghujung akhir. Kegiatan Sosialisasi SPAK pada tahun 2019 sendiri sudah pernah digelar di beberapa kota yaitu Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya dan kali ini bertempat di Kota Balikpapan.

Sebagaimana sudah dituliskan di artikel sebelumnya, kegiatan ini diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PUPR dan difasilitasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR. Wanita, Ibu merupakan sosok yang vital dalam keluarga, peran wanita bisa menjadi pagar sekaligus pendamping nahkoda dalam menentukan arah dari sebuah keluarga. Hal inilah yang selalu berusaha disampaikan oleh Ibu Kartika selaku Pimpinan DWP Kementerian PUPR bahwasannya perempuan itu kuat, perempuan itu hebat, dan jadilah perempuan yang bermartabat. Terdapat beberapa kasus korupsi karena desakan ekonomi, dimana salah satu faktornya berawal dari banyaknya permintaan sang istri. “Maka dari itu, marilah kita jaga suami kita sekaligus menjaga martabat keluarga, dari situlah kita bisa menjadi perempuan yang hebat”.

Dalam sambutan singkatnya, Bapak Widiarto selalu mengingatkan akan bahaya korupsi. “di setiap kesempatan bapak (Menteri) memberikan paparan atau arahan, beliau selalu mengatakan mari perangi korupsi, saya berdiri disini untuk meneruskan arahan beliau” ujar Widiarto. Pada kesempatan kali ini pula Pak Widiarto memutarkan sebuah film pendek tentang dampak korupsi, dimana tokoh dalam film itu berpuluh-puluh kali mengucapkan ‘saya menyesal’ karena telah mengikuti hawa nafsu dan membuat malu keluarga. Setelah film pendek itu selesai, sebagian peserta kegiatan SPAK ada yang menyingkap matanya karena berkaca-kaca, termasuk Pak Widiarto. “Selamat menikmati rangkaian acaranya dan tolong disimak, saya kenal Pak Ganjar paparan beliau menarik dan mari sama-sama kita perangi korupsi” tutup Widiarto. (NF/DS)


Kembali