Pemanfaatan CACM dalam Pengawasan dan Pencegahan Fraud
Yolanda Hervianti
25 Maret 2025
data yang tersedia, seperti realisasi anggaran, jumlah proyek, dan tingkat efisiensi unit kerja. Dengan demikian, organisasi dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif. Misalnya, jika sistem CACM mendeteksi adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang direncanakan dengan realisasinya, auditor dapat segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kecurangan yang terjadi.
Efisiensi dan Efektivitas Audit: Dibandingkan dengan audit konvensional yang dilakukan secara periodik, CACM memungkinkan proses audit berjalan secara terus-menerus. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi audit tetapi juga memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara lebih komprehensif. Audit konvensional seringkali dilakukan setelah siklus anggaran berakhir, sehingga seringkali dianggap terlambat untuk mendeteksi fraud. Dengan CACM, proses audit dapat dilakukan secara real-time, sehingga auditor dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan indikasi kecurangan.
Peningkatan Tata Kelola Organisasi (Governance): Dengan menerapkan CACM, organisasi dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional. Hal ini akan berdampak positif pada tata kelola organisasi secara keseluruhan. CACM memungkinkan manajemen untuk memantau kinerja organisasi secara real-time, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih cepat dan lebih baik. Selain itu, CACM juga membantu dalam meningkatkan integritas layanan pelanggan dan mengurangi kesalahan serta penipuan.
Untuk mengimplementasikan CACM, organisasi perlu mempersiapkan beberapa langkah berikut:
- Desain Sistem CACM: Sistem CACM harus dirancang untuk menganalisis berbagai jenis data organisasi, seperti data keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, dan produksi. Data tersebut kemudian disimpan dalam database relasional dan dianalisis menggunakan algoritma machine
Halaman:
1
2
3
4
5