Halaman Berita Inspektorat Jenderal

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal.

PELOPOR 2026 Dorong Insan PU Jadi Penggerak Budaya Integritas

Surabaya – Inspektur Jenderal yang diwakili oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Djaya Sukarno, M.Eng secara resmi membuka Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi (PELOPOR) Kementerian PU Tahun 2026 di Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VI Surabaya, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Inspektorat Jenderal dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bapekom PU Wilayah VI Surabaya sebagai tuan rumah. Turut hadir Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, serta para peserta yang merupakan agen perubahan dari berbagai Unit Kerja dan UPT di lingkungan Kementerian PU.

Dalam arahannya yang dibacakan oleh Sekretaris Itjen, Inspektur Jenderal menegaskan bahwa PELOPOR bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama membangun budaya integritas yang hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari keseharian Insan Pekerjaan Umum."PELOPOR merupakan salah satu ikhtiar kita untuk menjawab tantangan yang semakin besar dalam membangun dan menjaga integritas. Masyarakat tidak hanya melihat apa yang kita bangun, tetapi juga bagaimana kita membangunnya," disampaikannya.

Inspektorat Jenderal bersama dengan KPK telah  melakukan kegiatan pembangunan budaya integritas secara berjenjang sejak 2023 hingga 2026, melalui PAKU Integritas yang diikuti oleh Menteri dan 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya beserta Suami/ Istri, PRESTASI 2024-2026 yang telah melahirkan 153 Duta PRESTASI, dan PRIMA 2024 yang mencetak 50 Penyuluh Antikorupsi (PAKSI)."Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi perwujudan simpul-simpul integritas yang diharapkan mampu menularkan nilai dan keteladanan. Ke depan kita perlu berstrategi dari mencetak agen integritas menuju memberdayakan dan menggerakkan mereka agar memberikan dampak yang lebih luas," tambahnya.

Kepada para peserta PELOPOR 2026, Inspektur Jenderal menitipkan empat harapan:

  1. Menjadi role model dalam membangun ekosistem antikorupsi melalui sikap, keputusan, dan keteladanan;
  2. Menjadi mitra pimpinan Unit Kerja/UPT dalam mengedukasi dan menyampaikan pesan antikorupsi;
  3. Menyampaikan nilai-nilai integritas secara kreatif dan sesuai karakter audiens, sehingga tidak hanya didengar dan dipahami, tetapi juga dirasakan dan diwujudkan dalam tindakan; dan
  4. Membangun kolaborasi dengan Duta PRESTASI sebagai mata, tangan, dan telinga dalam mengaktualisasikan rencana aksi di Unit Kerja/UPT.

"PELOPOR bukanlah akhir sebuah pelatihan, tetapi awal perjalanan untuk menjadi penggerak perubahan dan teladan integritas”

-